Penulisan Proposal Hibah Ristek Dikti yang baik itu Seperti Apa ya?


Penulisan Proposal Hibah Ristek Dikti yang baik itu Seperti Apa ya?

Dalam suatu kegiatan, khususnya dalam penelitian pendanaan merupakan salah satu hal penting yang dipertimbangkan, karena tanpa ada dukungan dana yang cukup baik internal maupun eksternal, penelitian tidak akan berkembang? Dukungan dana yang cukup itu berapa nilainya? Apakah cukup 1 juta atau cukup 100 juta dalam 1 kegiatan penelitian? Cukup disini berkaitan dengan komponen penelitian yang digunakan dan luaran yang dihasilkan. Dikti sudah mulai berbasis luaran baik Temuan baru (teori, metode, kebijakan), serta Publikasi, HKI, buku ajar, model/kebijakan dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam penyusunan proposal hibah perlu strategi yang digunakan, strategi disini berkaiatan dengan dengan skema penelitian sesuai dengan edisi (untuk tahun 2018 menggunakan panduan edisi XII ). Berikut ini skema penelitian pada panduan edisi XII,

Gambar skema penelitian untuk dasar dan desentralisasi

Gambar skema penelitian untuk terapan dan pengembangan

Untuk jumlah anggaran yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan TKT penelitian, TKT (tingkat kesiapan Teknologi) merupakan parameter yang digunakan untuk menentukan tingkatan kesiapan suatu teknologi dapat diterapkan dan diadopsi oleh pengguna atau calon pengguna. Dikti mempunyai target standar kesiapan untuk menentukan jumlah anggaran yang dikeluarkan.

Tingkatan TKT mulai dari 1 sampai 9, dengan nilai terbaik yaitu 9.  Untuk tingkatan TKT 1 sampai 3 merupakan tingkatan yang paling mendasar dan belum dapat digunakan secara umum, tingkatan TKT 4 sampai 6 merupakan tingkatan yang menengah dan orang lain bisa menggunakan tetapi masih terbatas, misalnya pada tingkatan ini aplikasi yang digunakan sudah menggunakan sensor tambahan dan menggunakan Bahasa GUI agar user friendly. Sedangkan tingkatan 7 sampai 9 merupakan tingkatan terapan, dalam arti penelitian yang dihasilkan sudah berupa metode atau produk yang dapat digunakan oleh khalayak umum. Misalnya pembuatan radar pasif, maka pada tingkatan TKT ini sudah membuat produk dan dapat digunakan oleh pengguna. Pengujian TKT dari tingkat 1 ke tingkat yang lain dengan cara menilai pada masing-masing indicator yang sudah ditentukan, TKT dapat mengarah 1 tingkat berikutnya jika nilai TKT pada tahap sebelumnya bernilai lebih dari 80%. JIka nilai indicator bernilai kurang dari 80%, maka anda tidak boleh melanjutkan ke penilaian indicator TKT selanjutnya.

Selain Tingkatan TKT, hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi penulisan proposal yaitu jadwal penelitian. Jangan sampai Tingkatan TKT yang rendah tetapi jadwal penelitiannya yang lama sehingga hal tersebut tidak sebanding. Oleh karena itu, anda harus memperhatikan skema penelitian yang dituju dan melihat jangka waktu dalam penelitiannya. Berikut untuk jangka waktu masing-masing skema,

Hal yang tidak kalah penting dalam proposal penelitian yaitu luaran penelitian, DIKTI sudah memberikan standar luaran pada masing-masing skema penelitian.

 Aturan penggunaan dana, dikti sudah menentukan SBK atau total anggaran yang digunakan, aturan tersebut disesuaikan dengan skema penelitian, berikut ini contoh total anggaran atau SBK yang dapat di ajukan oleh peneliti,

Aturan penggunaan anggara dapat dilihat pada contoh berikut ini:

Anggaran honorarium

Anggaran Pembelian bahan habis pakai

Anggaran perjalanan

Anggaran sewa

Demikian untuk strategi penulisan proposal ristek dikti yang saya dapat dari hasil workshop klinik penulisan proposal ristek dikti, untuk materi bisa di download disini atau artikel tentang proposal bisa dilihat disini.

 

penulis

About Catur Budi Waluyo

<p> Suka otak atik yang penting menyenangkan dan bermanfaat saja. Administrator www.calesmart.com</p> <p> Jika sahabat tidak ingin report dalam mengelola website,&nbsp; bisa langsung kontak&nbsp; WA saya di +62 81 393 657 986</p> <p> &nbsp;</p>

Learn More

Artikel Terkait