Bagaimana Cara Ibu Rumah Tangga bisa menghasilkan Uang?Berikut Tips Ibu Rumah Tangga dapat Gaji dari Tulisannya.


Bagaimana Cara Ibu Rumah Tangga bisa menghasilkan Uang?Berikut Tips Ibu Rumah Tangga dapat Gaji dari Tulisannya.

Kalau dengar kata "gajian" yang terbayang pastinya adalah kerja kantoran atau sebagai karyawan tetap pada suatu perusahaan ya? Tapi bagaimana kalau seorang ibu rumah tangga yang gajian? Bukan pemberian dari suami loh ya, melainkan gaji dari pekerjaan dia di rumah. Hmmm, menarik pastinya ya.

Gajian akan ada kalau seseorang bekerja. Bekerja dari rumah menjadi pilihan banyak ibu saat ini. Memang tidak dimungkiri, menjadi wanita karir dengan gaji fix per bulan yang masuk di rekening, masih menjadi hal yang diimpikan oleh sebagian perempuan. Namun, ketika benturan antara kepentingan pekerjaan dengan keluarga (khususnya bagi yang punya debay atau balita), menjadi ibu rumah tangga menjadi pilihan yang cukup banyak diambil.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh seorang perempuan dari rumah. Bukan berarti menjadi ibu rumah tangga hanya bisa menggantungkan urusan keuangan pada pemberian suami. Berjualan online menjadi marak dewasa ini. Tanpa harus keluar rumah, seorang ibu bisa tetap bersama dengan anak-anaknya dengan bermodalkan smartphone dan internet.

Namun, tidak jarang pula yang merasa tak pandai berjualan online. Apakah Anda salah satunya? (Hehe). Tidak semua ibu rumah tangga harus menjadi penjual online kalau mau punya penghasilan sendiri. Yang perlu kita gali adalah skill atau ketrampilan yang kita punya.

Salah satu skill yang kita peroleh dari masa kita kanak-kanak adalah kemampuan menulis. Hey, kenapa tidak kita optimalkan kemampuan menulis itu? Dari menulis, siapapun bisa punya penghasilan loh.

 

Menulis artikel

Bagi yang suka berbagi tips, informasi menarik, ilmu pengetahuan, atau apa pun yang bermanfaat bagi orang lain (khususnya dalam tulisan yang relatif singkat), menulis artikel bisa dijadikan alternatif pilihan menarik. Apalagi seorang ibu, ia memiliki segudang aktivitas yang bisa ditulis untuk menjadi artikel. Misalnya, kegiatan bermain yang bikin si kecil anti bosan. Atau bagaimana tips menjahit, mendampingi anak belajar matematika, dan lain sebagainya. Banyak sekali. Saat anak sekolah, atau terlelap, ibu bisa loh mengetik draft artikel di handphone atau tulis dulu di buku tulis. Suatu saat ketika tulisan telah kita edit, nah kita bisa tuh kirim ke media yang menerima kiriman artikel, dan diberi honor tentunya. Jangan merasa nggak percaya diri untuk mengirim ke media! Kita latih skill menulis kita agar hasilnya enak dibaca orang. Oh iya, ada loh salah satu media yang mensyaratkan tulisan artikel kita tidak salah-salah ketik. "Karena kami bukan pembimbing skripsi," mereka bilang. Hehe, ada-ada saja ya. Tapi memang typo itu menyusahkan.

Sekali lagi, latihan nulis yuk. Artikel kan relatif pendek ya? Jadi pasti bisa ;-)

Mengenal PKM

Menulis buku

Berbeda dengan menulis artikel, buku tentunya menuntut kita untuk menulis lebih banyak. Tak hanya banyak jumlah katanya, namun juga komprehensif dalam penyampaian materinya. Seperti buku-buku yang kita baca pada umumnya.

Ada buku solo, yang ditulis oleh satu orang penulis. Ada juga penulis yang gandengan nih. Dua atau tiga penulis bekerjasama untuk menulis satu buku. Ada juga yang nulisnya keroyokan. Namanya antologi. Satu antologi bisa dikerjakan oleh belasan bahkan lebih dari 20 orang kontributor.

Gajiannya dari mana? Dari hasil penjualan buku setelah terbit donk. Pokoknya jangan kuatir deh, insyaAllah ada aja penghasilan dari nulis buku ini. Semoga bisa kita bahas di lain coretan ya ;-)

Motivasi Kehidupan

Menulis untuk media cetak

Beberapa media cetak menerima karya dan memberi honor atas karya yang dimuat. Contoh karyanya berupa cerpen, opini, resensi buku, dll. Nah kalau punya karya, jangan ragu-ragu untuk mengirim ke media cetak seperti majalah atau koran. Kita bisa dapat honor jika tulisan kita dimuat. Kalau nggak dimuat di satu media, jangan baper. Bisa kita tarik, dan kirim ke media lainnya. Peluang tetap ada kog. Setiap tulisan itu ada rezekinya masing-masing. Akan dimana dan kapan ia terbit. Oh iya, tulisannya juga tidak terlalu panjang seperti menulis buku. Sebagai contoh, untuk resensi buku, kita hanya perlu menulis 4000-5000 karakter (dengan spasi). Nah, bisa dipertimbangkan ya untuk nulis kayak gini ;-)

 

Menjadi penulis freelance

Namanya juga freelance, jadi kita tidak dituntut untuk menulis dan berkantor di penerbit. Kalau kita menjadi penulis freelance untuk suatu penerbit, kita bisa mengerjakan tulisan kita dimana saja. Kapan gajiannya? Kalau naskah yang diminta oleh penerbit sudah selesai dan kita kirim ke penerbit tersebut. Nah, biasanya dari penerbit juga akan mengarahkan, naskah yang mau ditulis seperti apa. Jadi meskipun freelance tetap butuh kerjasama dan koordinasi yang baik dengan penerbit, khususnya editor.

Waah, ternyata dari skill menulis saja kita bisa meraih banyak peluang untuk bisa gajian ya? Yang perlu kita ingat adalah, menulis itu ketrampilan, bukan pengetahuan semata. Jadi, ya memang harus banyak menulis supaya tulisannya semakin bagus dan enak dibaca.

 

Demikian artikel tentang bagaimana ibu rumah tangga bisa menghasilkan uang dari tulisan, semoga bermanfaat.

 

INFORMASI:

Iklan yang tampil pada halaman situs ini sepenuhnya diatur oleh pihak google, kami hanya menyediakan slot kosong. Jadi apabila ada iklan yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan anda harap informasikan kepada kami melalui formulir kontak web ini untuk selanjutnya akan kami sampaikan ke pihak Google.

penulis

About Lestari Ummu Al Fatih

<p> Penulis dan SLC di Sygma Daya Insani</p>

Learn More

Artikel Terkait